Tampilkan postingan dengan label Selentingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selentingan. Tampilkan semua postingan

Jadi begini,

Gini sih, coba cek botol Aqua ( sebenernya merk apa aja sih ) di sana pasti ada tulisan "Do not accept if the seal is broken" - Jangan terima kalau segelnya rusak.

see, botol yg harganya 5000an aja g mau diterima kalo segelnya, pelindungnya udah rusak.

kamu yang harganya tak terhingga ini gimana?

Allah nyuruh pakai penutup itu karena sayang, karena wanita  itu mulia yang g sembarangan orang kecuali mahramnya yg bisa lihat. Bukannya untuk menghalang-halangi kebebasan atau kecantikan wanita. Lagian, siapa bilang kalo pake jilbab itu nggak cantik ?

mereka bilang pakai jilbab itu menghalangi kebebasan ? begini, justru pakai jilbablah yang pro kebebasan. Wanita  yg berjilbab, bebas menentukan hanya bagian tertentu dari diri mereka yang berhak kamu lihat.

ini bukan semata buat orang lain, ini juga selfnote. aku juga pakai penutupnya belum sempurna, masih belajar, masih berusaha. Tapi kadang suka geram sama yg seenak2nya buka tutup jilbab.  no offense but its not my fault you feel offended *wink*

*woah.....akhirnya ngepost sesuatu jugaa. Senangnyaaaa..... 🤗

Waktu

Pernah tidak terpikir, waktu itu seperti apa ?
Maksudku, bentuk maupun rupanya seperti apa ?
Mungkinkah sepeti sebuah garis lurus yang punya awal dan pada akhirnya akan berhenti di sebuah ujung ? atau seperti sebuah lingkaran yang tak punya awal dan akhir ? atau mungkin saja waktu itu tidak punya bentuk sama sekali...

Haruki Murakami dalam novelnya 1Q84 mengatakan
"Human see time as straight line, its like putting notches on a long straight stick. The notch here is the future, the one in this side is the past and the present this point right here. Do you understand ?" 

"But actually, time is not straight line, it doesnt have a shape. In all sense of the term, it doesnt have any form. But since we cant figure something without form in our minds, for the sake of convenience we understand it as straight line. At this point, humans are the only ones who can make that sort of conceptual subsitution"

Bukankah ini cukup lucu ?
Kita bahkan tidak yakin waktu itu seperti apa, tapi kita manusia seolah tunduk dan lemah dihadapannya.

Tentang Yakin

Kemarin lusa, waktu saya mampir ke kos temen buat ngambil file photo, sambil nunggu saya ngedengerin mbk-mbk kos yang lain lagi ngobrol-ngobrol di ruang TV. Ngomongin masalah kuliah. 

Salah satu dari mbk itu lagi bingung masalah jurusan kuliah yang diambilnya sekarang, merasa tidak yakin akan kerja apa dengan jurusan kuliahnya. Lalu mbk yang satunya sambil setrika-setrika cerita ; Kalau dulu waktu bilang pengen ngambil kuliah seni tari, semua keluarganya nggak setuju karena keluarnya berpikir nanti dia mau jadi apa kalau kuliah seni tari, susah dapet uangnya. Mungkin begitu pikir keluarganya. Tapi karena dia sangat pengen, dia tetep ngambil jurusan seni tari waktu SNMPTN, tapi sayangnya nggak lolos. Alih-alih memberi semangat keluarganya malah mensyukuri itu dan menyarankan buat ngambil jurusan lain yang kelihatannya lebih gampang dapet kerja dan uangnya. Tapi karena dia sangat yakin pengen ngambil kuliah seni tari, dia pun ikut tes mandiri sampai akhirnya diterima.

"Sekarang, aku sering diundang buat nari di acara-acara, ke sana dapet uang, ke sini dapet uang. Keluargaku sekarang kayak bangga sama aku. Masih kuliah udah bisa ngehasilin uang"

"Intinya yakin rek. Kalau kamu yakin sama apa yang kamu jalanin sekarang, insyaAllah berhasil kok" sambung mbknya. 

Dan saya diam-diam sambil makan sate, menganggu-angguk setuju. 
Saya juga pernah mengalami proses itu, proses dimana keluarga besar saya agak kecewa dengan jurusan yang saya ambil. Tapi bedanya, sampai sekarang saya belum menghasilkan uang. 
Mungkin, karena saya sendiri belum seyakin mbk itu ?
Nggak. Entahlah dapet darimana, saya bener-bener yakin dengan jalan yang saya ambil sekarang ini.

Saya akan dengan sabar menunggu, dimana keluarga saya akan tersenyum dan bilang 
"Nggak salah kamu ngambil jalan ini ya" hehe

Dosen photography saya dulu, sewaktu ospek pernah bilang.
"Jangan pernah berharap bisa makan dari pekerjaan yang kamu sendiri tidak yakini"

Bener. Banget.
Intinya. Yakin. 
Kalian sudah yakin belum ? :)