#Pecahan12

"Izinkan aku meminjam matamu; agar aku bisa melihat diriku sendiri, dari sudut pandangmu" _ AA

So what ?!

Tambahan satu angka di dalam hidup ini
dan ini semua hanya perkara angka kawan.
and 
yeah! i'm 22!!!!

fetus me!!!

 

#Pecahan11

"Izinkan aku meminjam matamu; agar aku bisa melihat diriku sendiri dari sudut pandangmu" -AA

#Pecahan10

Cinta adalah interaksi antara kopi hangat yang kuseduh dan hujan deras yang mendinginkannya.
-AA

That night under the rain

Dia berjalan menuju arah yang berlawanan denganku
beberapa meter di seberang jalan di antara lalu lalang jalanan kota Bandung yang padat lancar, untuk sepersekian detik mata kami bertemu dan untuk sepersekian detik itu pula aku terkesiap.

Berjaket kulit dengan tas selempang yang disampir sedikit terlalu atas, laki-laki itu berjalan di bawah hujan yang sudah akan berkemas. Dan beberapa meter di seberangnya, aku menenteng buku dan sekantong belanjaan sambil berjinjit menghindari genangan-genangan kecil. Ada banyak hal yang bisa membuat kami kehilangan sepersekian detik itu, sepersekian detik bertukar pandang, but we did.

Laki-laki itu ? Entah siapa; bukan kenalanku, bukan juga orang yang pernah aku kenal. But the gaze we shared that night, between the dim light of Bandungs street lamp, under the usual rain that i loved was like an exchange moment; aku seperti membaca cepat, dan dalam hitungan detik yang terasa seperti menit, laki-laki itu seolah sudah menumpahkan cerita ke dalam mataku. Dan mungkin, begitu juga sebaliknya.

Have you ?
Pernahkah kamu dengan tidak sengaja bertukar pandang dengan orang asing, entah di mana; seperti halnya aku ketika di angkot, di jalan, di antara keramaian. Singkat saja, hanya beberapa detik tanpa kata. Tapi kamu seolah tahu, hari seperti apa yang sudah dilalui si pemilik mata; sedih, frustasi, takut, khawatir, senang, bahagia dan terkadang kamu akan menemuka kehampaan, kedua mata itu seolah kosong, lalu kamu tanpa sadar mulai menerka-nerka apa yang sedang berjalan di pikirannya.

Lalu, seperti malam ini laki-laki itu tidak juga mau keluar dari pikiranku.
Pernahkah ?.

_03:22 a.m
  Azizah.

Hal-hal kecil #1

Tidak butuh hal-hal besar untuk menyenangkanku
Tidak perlu perlakuan super spesial untuk menyanjungku
Hal-hal kecil cukup mampu untuk menerbitkan senyumanku;

Kamu cukup menarik tanganku di hari dimana hujan turun dengan malu-malu. Bersisian denganku berjalan di bawahnya, bertelanjang kaki lalu menengadahkan kepala menghadap langit, membiarkan rintik hujan jatuh di wajah kita.  Jika kita mau sedikit gila tanpa memperdulikan tatapan orang, kita bisa menari di bawahnya sambil menyerukan lagu-lagu hujan. Aku tidak akan menertawakan suara sumbangmu, dan kamu hanya butuh memaklumi suara seadanya milikku.

Atau kamu hanya perlu mengirimiku suara hujan yang kamu temukan entah dimana. Aku selalu suka suara hujan; ketika ia bergesekan dengan tanah, bercumbu dengan atap rumah atau hanya sekedar merayu jendela kamarku.
Ah! Jika kamu sedikit beruntung, kamu bisa menambahkan bonus photo pelangi di dalamnya. Kamu tahu, sudah cukup lama aku tidak melihat mereka.

Kalau kamu ingin mengeluarkan sedikit modal, kamu bisa memberiku sebuah buku edisi lama yang mungkin tidak sengaja kamu temukan di toko lapak -tidak perlu pita, tidak usah pakai pembungkus. Ada hal-hal yang menyenangkan dari sebuah buku lama; mengusap serat kertasnya yang sudah mulai menguning atau menghirup aromanya yang khas adalah hal-hal kecil yang membahagiakan. Kadang kita akan menemukan catatan-catatan kecil dari si empunya buku sebelumnya, coretan remeh-temeh yang akan mampu membuatku membayangkan perjalanan apa yang dialami buku ini sebelum sampai di tanganku.

Ah...
Masih banyak hal-hal remeh yang bisa mencuri hatiku, yang tentunya bisa kuberitahukan kepadamu. Ini bukan kode, karena aku tahu Tuhan tidak memberi mahluk mars sepertimu rasa kepekaan yang tinggi. Aku akan memberitahumu dengan gamblang apa yang kusukai dan apa yang tidak, tapi sedikit-sedikit saja, masih banyak waktu tersisa sampai Tuhan mempertemukan kita.

-yours.

Good old days

I just look through all the old photos
And i cant stop myself to smile but something inside me just welling up about to come out...
Dan aku sadar, aku dulu sangat bahagia dan aku bersyukur akan itu.

Semua tempat yang pernah aku datangi atau tempat-tempat yang justru menemukanku.
Semua orang yang pernah mampir dalam hidupku, untuk memberikan senyuman atau air mata.
Semua moment yang pernah aku alami dan aku tahu tidak akan pernah terulang kembali.

I miss all of them
Every single of em.

Aku bersyukur pernah mengabadikan semuanya, sehingga akhirnya aku bisa melihat-melihat kembali -seperti malam ini- agar aku bisa mengingatkan diriku bahwa Allah sudah memberikan banyak hal padaku yang tentunya harus aku syukuri.

Semua kalian yang pernah mengisi hari-hariku dulu,
Semua kalian yang mengenalkan aku pada banyak hal,
Apa kabar kalian ?
Malam ini aku merindukan kalian.
Aku berharap waktu cukup berbaik hati untuk mempertemukan kita kembali, suatu saat nanti.

Good old days, my friends.
Goold old days :')

- Azizah
  Bandung, 26 Agustus 2016