That night under the rain

Dia berjalan menuju arah yang berlawanan denganku
beberapa meter di seberang jalan di antara lalu lalang jalanan kota Bandung yang padat lancar, untuk sepersekian detik mata kami bertemu dan untuk sepersekian detik itu pula aku terkesiap.

Berjaket kulit dengan tas selempang yang disampir sedikit terlalu atas, laki-laki itu berjalan di bawah hujan yang sudah akan berkemas. Dan beberapa meter di seberangnya, aku menenteng buku dan sekantong belanjaan sambil berjinjit menghindari genangan-genangan kecil. Ada banyak hal yang bisa membuat kami kehilangan sepersekian detik itu, sepersekian detik bertukar pandang, but we did.

Laki-laki itu ? Entah siapa; bukan kenalanku, bukan juga orang yang pernah aku kenal. But the gaze we shared that night, between the dim light of Bandungs street lamp, under the usual rain that i loved was like an exchange moment; aku seperti membaca cepat, dan dalam hitungan detik yang terasa seperti menit, laki-laki itu seolah sudah menumpahkan cerita ke dalam mataku. Dan mungkin, begitu juga sebaliknya.

Have you ?
Pernahkah kamu dengan tidak sengaja bertukar pandang dengan orang asing, entah di mana; seperti halnya aku ketika di angkot, di jalan, di antara keramaian. Singkat saja, hanya beberapa detik tanpa kata. Tapi kamu seolah tahu, hari seperti apa yang sudah dilalui si pemilik mata; sedih, frustasi, takut, khawatir, senang, bahagia dan terkadang kamu akan menemuka kehampaan, kedua mata itu seolah kosong, lalu kamu tanpa sadar mulai menerka-nerka apa yang sedang berjalan di pikirannya.

Lalu, seperti malam ini laki-laki itu tidak juga mau keluar dari pikiranku.
Pernahkah ?.

_03:22 a.m
  Azizah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogger yang baik adalah blogger yang setelah membaca memberikan kommentar ^.^