Jeritan perut



Sore di awal oktober
air tumpah ruah dari langit kelabu
terlalu telat untuk memulai musim penghujan
dia turun malu-malu
lalu segera bersembunyi di balik senja
lagi-lagi menyisakan bau tanah basah

Malam sudah menua
namun gadis itu masih bertahan di alam sadar
menikmati luapan bahagia yang turun bersama hujan
berteman detak jantung yang berlomba dengan suara perut
lapar.

 Malang, 04 Oktober.

- 11:15. Perut menjerit minta diisi, tapi harus bersabar sampai pagi datang. Ditahan ya sayang...

7 komentar:

  1. kryuuuuk~

    *jadi ikutan laper*
    *xixi*

    diksinya keren banget. melankolis abis. kerennn..

    P.S.
    long time no here zi..
    kangennnn...
    u,u

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah bang aul bisa aja, tapi makasi lho hehe =)
      iya bang, saya jga minta maaf jrang maen ke blognya bang aul...
      gimana kabar AOmagz bang ? huhu

      Hapus
  2. Disini belum hujan... ketika pemuda itu menatap langit malam berharap menjadi kelabu... lapar juga akhirnya membuat perutnya berdering dengan perlahan

    BalasHapus
  3. laper paling enak makan yg murah alias gratis trus banyak + gratis

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha setuju kak... yg enak tu yg gratisan =P

      Hapus
  4. bagus sangat menarik. untuk info wisata petualangan batu bisa baca artikel kami di http://nolimitadventure290.blogspot.co.id/2015/10/wisata-petualangan-malang.html

    BalasHapus

Blogger yang baik adalah blogger yang setelah membaca memberikan kommentar ^.^