Tampilkan postingan dengan label Inspired. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspired. Tampilkan semua postingan

Analogi Kepak Rama-Rama


        "Coba kalian perhatikan. Kita itu selalu disuruh membaca. Membaca yang luas, membaca tanda-tanda"

        "Di tangan saya ada seekor rama-rama yang dikeringkan. Ketika hidup dia terbang lincah ke sana dan kemari. Mempesona karena keindahan warnanya. Tapi dia awalnya seekor ulatyang buruk rupa dengan prestasi tertinggi memanjat ranting. Namun, ulat tidak puas dengan prestasi ini. Setelah mengumpulkan semua bekal, dia mengasingkan diri, dan bertapa dalam kepompong. Mengolah dirinya untuk menjadi lebih baik"
 
         "Setelah merasa cukup di masa pengasingan, dia berjuang keras merobek kepompongnya yang liat. Pelan-pelan dia meregangkan badannya. Sayapnya yang basah dan ringkih dia kepak-kepakkan sehingga menjadi kering dan kuat. Dia hirup udara untuk menguatkan badannya. Dulu hanya merayap di ranting, kini terbang bebas ke angkasa. Dulunya ulat yang lemah dan jelek kini jadi rama-rama bersayap indah. Sesuatu itu bisa indah pada waktunya."

- Ini salah satu cerita Kiai Rais dengan analogi dunia hewan yang saya kutip dari novel "Rantau 1 Muara" nya Mas A.Fuadi. 


Dulu hanya merayap di ranting, 
kini terbang bebas ke angkasa. 
Dulunya ulat yang lemah dan jelek 
kini jadi rama-rama bersayap indah. 
Sesuatu itu bisa indah pada waktunya.

Analogi yang indah kan ? hehe
Mungkin saya juga memang perlu mengamalkan ilmu rama-rama ini. :)
 

Seorang Ibu

Morning ^^
Its rainy here...early in the morning :)
Ive my cereal and login with my android portable wi-fi hotspot hihi

Ah ya..
Pengajian tadi subuh sempat nyinggung; orang-orang yang tidak akan hancur jasadnya di kubur nanti.
salah satunya seorang ibu yang meninggal ketika melahirkan.
"Pengorbanan seorang ibu itu sangatlah berat, maka pantas anak-anak yang *bangge pada ibunya akan disiksa di dunia dan akhirat" Tambah bapak.
fiuh...

* Bangge = sombong (bahasa sasak)

Lalu setelah itu saya sibuk mendengarkan cerita dari temen duduk sebelah saya; kisah nyata, dari saudara jauhnya dia. Sebut aja perempuan ini si A.
Jadi proses ngelahirinnya si A ini susah banget, bayinya nggak mau keluar. Kata temen saya ini si A memang sombong dan durhaka ke ibunya. Setelah berjam-jam di ruang bersalin, akhirnya keluarga dari suaminya manggilin ibunya si A, dan si A pun nyium kaki ibunya sambil minta maaf. Setelah itu ibunya nyium kening si A dan viola si bayi pun loncat ke luar ( ini hiperbola banget, tapi ini cerita versi asli dari temen saya tanpa editan wkwk )

do'anya ibu itu mustajab,
maka nggak salah Nabi menyuruh kita menghormati ibu 3 kali lebih dari Bapak.
Tapi bukan berarti kita bisa durhaka ke Bapak ye-_-"
Pokoknya hormati orang tua deh, kalau mau selamat dunia akhirat ^^

Have a great monday ^^

Mom, My Mom...


       Ngebuat gambar di atas, tengah malem sehabis nonton film korea "Mother" untuk kedua kalinya, dan nangis kedua kalinya juga. Karena film-nya bener-bener mengharukan plus karena bikin kangen Ummi. 
Saya mau ngutip lyric lagu tentang "Mother" yang menurut saya menyentuh, ini lagu korea. Pertama kali denger karena dicover sama Yang Yoseob di acara Immortal Song 2, walaupun waktu itu nggak ngerti arti lagunya apa, tapi tetep aja bikin nangis. 

엄마 (Mom) – Ra.D (라디)

The first time I met you
I cried as soon as I saw you
Was it because I was happy?
Was it because I was sad?
I don’t even remember
Since I had nothing to give, I just accepted
Even so, at that time I didn’t know how to be thankful
I’ve been living without knowing anything

Mom
By just calling your name
why does my heart ache like this?
You gave me everything
but you were still sad that you couldnt give me more
and kept wondering what to give
Mom, My mother
Why are tears falling like this?
The most precious person
who is more beautiful than anyone else
You are my,my mother

Now I know that it was hard for you
You had cried a lot because of me
Why I was like that back then
how many times I had done it
I don’t even remember
Please don’t be so moved by my small gift
You know you have given me the world
I’ll do well. I will do well

Though I can’t remember the first image of yours
Just your last image, I will remember till I die
With all my heart
I love you

Mother coverd by Yoseob at Lafantasia Concert


"You gave me everything
but you were still sad that you couldnt give me more
and kept wondering what to give"

Semua orang tua rasanya seperti itu; selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka memberikan kita segalanya, tapi selelu merasa sedih karena tidak bisa memberi kita lebih. 
while they're still here, dont forget to always thankfull :')

#SelfNote ; Dont Judge

Rambutnya panjang, pakaiannya amburadul, banyak tindik-annya, dan tampangnya serem.
Saya buru-buru memeluk tas ransel saya begitu dia masuk angkot dan duduk di seberang saya. Saya pikir saya harus hati-hati. Di tengah perjalanan, angkotnya berhenti. Ibu-ibu dengan barang bawaan yg banyak banget mau naik, Karena cowok berambut panjang itu duduk di dekat pintu ia mencoba mengambil sebagian barang di tangan si ibu, maksudnya ingin membantu. Tapi ibu itu malah menariknya dan terpaksa naik angkot tersungut-sungut karena bawaan yang terlalu berat. Si cowok berambut panjang itu pun hanya tersenyum simpul.

Setelah itu, saya benar-benar merasa bodoh.
Saya sering bilang 'Dont judge the book from the cover' tapi saya sering sekali melakukannya.
saya mencurigai si cowok hanya karena penampilannya mengatakan ia bisa saja seorang pencuri. Sebaliknya, kenapa saya tidak mencurigai seseorang dengan penampilan rapi dan bertampang baik yang duduk di samping kiri kanan saya yang bisa saja mengambil barang saya sewaktu-waktu ?
lagi-lagi hanya karena penampilan. Karena bungkus luarnya. Karena covernya.

Waktu turun dari angkot, saya bilang ke diri saya.
'Zhi...coba cerna sendiri *pepatah yang sering kamu sebut-sebut itu'

*Dont judge the book from the cover

Anyway, selamat tahun baru Hijriyah semuanya :))

Tentang Yakin

Kemarin lusa, waktu saya mampir ke kos temen buat ngambil file photo, sambil nunggu saya ngedengerin mbk-mbk kos yang lain lagi ngobrol-ngobrol di ruang TV. Ngomongin masalah kuliah. 

Salah satu dari mbk itu lagi bingung masalah jurusan kuliah yang diambilnya sekarang, merasa tidak yakin akan kerja apa dengan jurusan kuliahnya. Lalu mbk yang satunya sambil setrika-setrika cerita ; Kalau dulu waktu bilang pengen ngambil kuliah seni tari, semua keluarganya nggak setuju karena keluarnya berpikir nanti dia mau jadi apa kalau kuliah seni tari, susah dapet uangnya. Mungkin begitu pikir keluarganya. Tapi karena dia sangat pengen, dia tetep ngambil jurusan seni tari waktu SNMPTN, tapi sayangnya nggak lolos. Alih-alih memberi semangat keluarganya malah mensyukuri itu dan menyarankan buat ngambil jurusan lain yang kelihatannya lebih gampang dapet kerja dan uangnya. Tapi karena dia sangat yakin pengen ngambil kuliah seni tari, dia pun ikut tes mandiri sampai akhirnya diterima.

"Sekarang, aku sering diundang buat nari di acara-acara, ke sana dapet uang, ke sini dapet uang. Keluargaku sekarang kayak bangga sama aku. Masih kuliah udah bisa ngehasilin uang"

"Intinya yakin rek. Kalau kamu yakin sama apa yang kamu jalanin sekarang, insyaAllah berhasil kok" sambung mbknya. 

Dan saya diam-diam sambil makan sate, menganggu-angguk setuju. 
Saya juga pernah mengalami proses itu, proses dimana keluarga besar saya agak kecewa dengan jurusan yang saya ambil. Tapi bedanya, sampai sekarang saya belum menghasilkan uang. 
Mungkin, karena saya sendiri belum seyakin mbk itu ?
Nggak. Entahlah dapet darimana, saya bener-bener yakin dengan jalan yang saya ambil sekarang ini.

Saya akan dengan sabar menunggu, dimana keluarga saya akan tersenyum dan bilang 
"Nggak salah kamu ngambil jalan ini ya" hehe

Dosen photography saya dulu, sewaktu ospek pernah bilang.
"Jangan pernah berharap bisa makan dari pekerjaan yang kamu sendiri tidak yakini"

Bener. Banget.
Intinya. Yakin. 
Kalian sudah yakin belum ? :)