Tampilkan postingan dengan label Films. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Films. Tampilkan semua postingan

Sesekali

Jadi, saya lagi ngikutin The Walking Dead series. Film zombie lama sih, tapi baru nemu semua seasonnya. Dan kemarin, di sela-sela ngerjain TA, akhirnya bisa nuntasin season 1-nya hehe.
Ada satu adegan di episode 4 yang saya suka; dimana Dale, seorang bapak tua ditanya kenapa ia begitu suka mendengarkan suara arloji-nya di waktu-waktu tertentu.
Lalu ia bercerita prihal arloji tua yang adalah warisan turun temurun keluarga, bahwa arloji itu diberikan oleh ayahnya,
"....Aku berikan kepadamu bukan agar kau mengingat waktu, tapi agar kau bisa melupakannya untuk sementara.... sesekali.... dan tidak habiskan hidupmu untuk berusaha menaklukannya"


Saya pikir, memang ada baiknya sesekali, untuk sementara kita melupakan sang waktu.

Day3 - List Your Top 5 Favorite Movies

SO! hows everyone ?
im still on my mix-mood today, someone just getting worse that i'd like to slap them on face! *Devil*

yeah, lupain aja.
Anjing menggogong saya lempar pake sepatu. wkwk
Here we go, Day 3 -its actually supposed to be day5- but yeah, saya kan udah bilang nggak janji bakal rajin posting tiap hari. hehe... 

Sebenernya, agak susah buat bikin list 5 movie favorite gini, secara saya nggak punya yang favorite banget. Saya suka film apa aja, asal bagus hehe. Instead, saya bakal ngelist 5 movie terakhir yang saya tonton, nggak apa-apa dong ya~ *siapa juga yang peduli-__-*

1. D.O.A - Dead Or Alive


2. Upside Down



3. UnBorn


4. Front Of the Class


5. Werewolf Boy


#Pecahan3 Katanya..

Tanah Surga, Katanya

Bukan lautan hanya kolam susu, katanya
tapi, kata Kakekku hanya orang-orang kayak yang bisa minum susu
Kail dan jala cukup menghidupimu, katanya
tapi kata Kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara
Tiada topan tiada badai kau temui, katanya
tapi kenapa Ayahku tertiup angin ke Malaysia
Ikan dan udang menghampiri dirimu, katanya
tapi kata Kakek "Awas...ada udang di balik batu"
Orang bilang, tanah kita tanah surga
tongkat kayu dan batu jadi tanaman, katanya
Tapi kata dokter intel;
Belum semua rakyatnya sejahtera
banyak pejabat yang menjual kayu dan batu
untuk membangun, surganya sendiri 


(Dari Film - Tanah surga, katanya)

5cm - As Usual


yah...meski tidak bisa menonton tepat di hari pertama  12/12/12 seperti yang saya harapkan, karena kehabisan tiket terus selama 3 hari, akhirnya 14/12/12 setelah maksa temen kos buat nganterin beli tiket sampe hujan-hujanan, akhirnya dapet juga nonton film yang lagi heboh-hebohnya ini. 

Film ini sendiri diangkat dari novel karyanya bang Donny Dhirgantoro (sok akrab beh) yang jauh  sebelumnya sudah saya baca, dan ngebuat saya terkagum-kagum setiap lembarnya. Sehingga novel ini berhasil masuk ke favorite novel list saya. Waktu tau novel diangkat jadi film, tentunya saya tidak ketinggalan pengen nonton dong, apalagi di kota yang saya tumpangi ini ada bioskopnya jadi nggak perlu lama-lama nunggu buat ada kaset bajakan atau link buat download di internet (iye iye di Lombok kagak ada bioskop-_-) dan tentu saja film ini adalah film pertama yang saya tonton langsung di bioskop (ciyeee anak desa baru masuk kota wk x.x) 

Setelah berhasil menghasut beberapa temen kos untuk diajakin nonton, sore itu pun dengan angkot kami berempat pun melaju menuju Malang Plaza. Kalau saja boleh jujur, saya agak-agak takut sama tanggapan temen kos (Lia, Weni, Lissa) tentang film ini nantinya, karena saya sendiri tidak terlalu menaruh harapan sangat tinggi seperti pada Novelnya. Seperti yang sudah-sudah, banyak sekali film-film yang kurang berhasil menerjemahkan sebuah novel menjadi sebuah film. Contoh saja nih ya, Laskar pelangi dan Perahu kertas. 2 novel itu juga sudah lebih dulu masuk ke daftar novel favorite saya, tapi untuk filmnya...kalau laskar pelangi masih mending...saya masih suka, tapi Perahu kertas ? ugh...saya kesal sendiri menonton filmnya...apalagi dengan 2 pemain utamanya, si kugi dan kinan...er. (oke ini out of fokus banget)

Kembali ke 5cm the movie. 
Memang sih pada akhirnya, komentar temen-temen tidak ada yang jelek; keren, lucu, wow dan sejenis. Tapi bagi saya, yang satu-satunya sudah pernah membaca novelnya diantara kami berempat, tentunya lagi-lagi kurang puas. 
Baru diawal-awal film saja, sudah banyak adegan-adegan atau dialog yang menurut saya agak krik; ada jeda yang sepersekian detik lebih lama dari yang seharusnya #mungkin. Walaupun hanya sepersekian detik saja, tentunya menimbulkan efek yang lain. Juga, beberapa dialog yang di novelnya sangat lucu, tiba-tiba terdengar garing di filmnya, yang saya maksud hanya beberapa. Untung saja, kekocakan Harjunot Ali yang memerankan Zafran begitu pandai membuat saya pribadi melupakan beberapa adegan krik-krik sebelumnya :p.
Sudah begitu, banyak sekali cerita-cerita yang tidak ada di film ini. Yeah...untuk ini saya mengerti, bahwa tidak mudah memasukan semua cerita dari beratus-ratus lembar novel menjadi sebuah film dengan durasi 2 jam. Tapi yang saya lumayan kecewa adalah; mana lirik-lirik lagu dan perdebatan-perdebatan pengetahuan yang keren itu ? tidak ada. Meski tidak terlalu mengganggu jalan cerita, tetap saja saya kecewa huehue. 

Dan yang lainnya adalah, ketika mereka berenam memulai perjalanan menuju Mahameru. Pertama, mana adegan percakapan mereka dengan ibu penjual nasi di stasiun yang begitu menyentuh saya di novelnya ? kedua, kenapa mereka nggak naik angkot dari stasiun ? di sana kan mereka ketemu bapak angkot yang lucu itu, ketiga mereka nggak satu jib sama rombongan lain yang temennya meninggal 17 agustus tahun lalu ? keempat, tidak adegan dimana mereka berhalusinasi disapa sama yang meninggal itu ? huhuhu...lagi-lagi ini masalah tenggat waktu yang ditentukan, 2 jam. hanya 2 jam huhu. Dan ini harus dimengerti. hehe

Dan yang paling kirik dari film ini adalah, bagiaman para pemain berdialog. Yeah...bahasa Indonesia banget! Waktu baca novelnya sih enak-enak aja bacanya, tapi kok pas dijadiin film...aneh banget ya didengernya hhh. Dan gara-gara dialog yang sesuai EYD itu, akhirnya akting Mas Fedi Nuril yang unyu-unyu itu jadi kaku. Perjalanan mendaki yang begitu menegangkan di novelnya tiba-tiba jadi biasa aja, dan oh untungnya lagi-lagi tertolong oleh ke-KEREN-an penampakan Mahameru yang ngebuat saya ber- "wow" tidak ada hentinya. Yeah...lebihnya adalah, akhirnya saya bisa melihat bagaimana gagahnya Mahameru itu, ternyata jauuh lebih keren dari yang saya bayangkan saat membaca novelnya. 

Terakhir, unek-unek terakhir nih..hehe
Oke, saya tidak mempermasalahkan adegan-adegan yang tidak ada seperti yang saya sebutkan di atas, tapi yang satu ini saya bener-bener gereget. Kenapa nggak ada adegan upacara bendera yang mengharukan itu ? yang ngebuat saya mewek-mewek ? Emang sih saya tetep mewek waktu nonton filmnya, tapi gimana ya...bener-bener ada yang kuraaang gitu rasanya. Seandainya diadain, dan Indonesia raya berkumandang di atas tanah tertinggi di pulau jawa itu, coba bayangin bagaimana meweknya saya ? hh-_- Eh upaca bendera itu malah digantiin sama adegan di mana mereka berenam semacam berikrar gitu dengan suara yang keras di tonton oleh pendaki-pendaki yang lain, lagi-lagi (dari tadi kok lagi-lagi mulu sih-_-) ikrar mereka itu kok terdengar agak....agak nih ya berlebihan gitu ya ? di novelnya sih fine-fine aja tapi pas di-visualkan kok ? mungkin ada baiknya kalo sebenarnya ikrar-ikrar itu hanya sebagai suara hati mereka saja...ya kan ? (ditimpuk sutradara) ehehe..

Terakhir (perasaan tadi terakhir udah deh-_-) biar deh, saya yg nulis ini :p
ini tentang endingnya. Meski sedikit berbeda dengan novelnya, endingnya tetep saja bikin saya gereget. Tetep saja bikin saya terkaget-kaget, sama seperti saya baca novelnya. Ending yang bener-bener tidak disangka, bang Dhony bener-bener pinter ngebuat alur cerita yang ngebuat kita berpikir bahwa Riani yang kece abis itu suka sama Genta dan Arinda suka sama Zafran, but ternyata ? unbelieveble. Waktu Arinda bilang "....tapi bukan kamu Genta" mbak-mbak yang duduk di belakang saya dengan hopeless berprasangka kalau yang disuka Arinda adalah Arial, huhuhu. Kasian kan mas Fedi Nuril (sini sama saya aja haha XD #cacat)

Udah deh, segitu dulu tulisan maha sok tau saya. Ya ya, kan kalian tau sendiri biasanya penonton lebih sok pintar dari pemain :p maaf-maaf kalau ada yang tidak sependapat dengan saya. Saya bukannya nggak suka filmnya, saya suka banget! saya malah pengen nonton lagi he. Hanya saja, itu pendapat saya saja...sok-sok mau kritik gitu deh, padahal nggak ngerti apa-apa*jleb* 

cemburu nih-_-"
salah satu adegan yang membuat bioskop dipenuhi tawa hehe XD

After all, film ini bagus kok. Saya rekomenin deh, kalau jeli banyak sekali pesan-pesan yang bisa diambil, meski tidak sebanyak di novelnya hehe. 
Maju terus perfilim-an Indonesia !! 

NB : Selanjutnya, saya pengen nonton Habibie dan Ainun. Pengen banget!

Film-The Little Thing Called Love

Sore semuaa...^^

Sore ini pertama kalinya mau bahas film, seperti judul yang di atas. Judul filmnya First Love ( The Little Thing Called Love ) Film thailand yang bergenre komedi drama ini menurut saya keren ! Cerita remaja dengan pemain yang fresh-fresh from oven hahaha. Seneng banget sama film ini, udah saya tonton berkali-kali tetep aja nggak bosen. Ini sekilas sinopsisnya...
Nam adalah Seorang gadis biasa yang berumur 14 tahun, berkulit hitam,berkacamata dan berkawat gigi, tidak pintar dan tidak menonjol di sekolahnya. nam menyukai kakak seniornya yang bernama Chon yang merupakan idola di sekolahnya, ganteng, jago fotographi, pinter maen bola cuma memang agak sedikit bandel. cerita di awali dengan seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah Chon yang sedang melakukan pameran lukisan yang ternyata juga harus mengurus seorang bayi, dilanjutkan kemudian dengan kilas balik masa-masa sekolah dulu dimana kita akan dibawa kedalam cerita manis ketika sekolah dulu, yaa cinta monyet, yaa persahabatan. semuanya dikemas cukup menarik dalam film ini, alur ceritanya juga ga ngebosenin, banyak hal-hal lucu yang bisa membuat kita tertawa, tapi ada juga beberapa scene yang cukup bisa bikin kita nangis. 
P'shone dan Nam
     Chone yang diperankan oleh mario maurer di sini asli cool banget. cakep ! Idola deh di sekolahnya. Banyak yang suka, nggak kecuali Nam..gadis yang awalnya item, jelek, berkaca mata, pemalu, kuper dan nggak populer. Nam punya 3 sahabat. dan sahabat inilah yang ngebantu Nam ngerubah penampilannya buat ngedapetin Chone si kakak kelas keren. Sampai akhirnya nih beneran si Nam ini berubah jadi cantik, Agak kaget juga sih kok Nam jadi cantik gitu, i mean dia berubah banget ! lebih keliatan dewasa. Dan katanya emang filmnya ditunda 2 tahun gitu biar perubahan mereka keliatan natural, nggak di buat-buat. 

Nam cantik !!

Tapi di saat Nam udah agak berubah cantik, waktu itu udah mulai putih dan nggak pake kaca mata. tokoh lain Top dateng sebagai sahabat lamanya Chone. Nah Top ini udah suka sama Nam dari pertama ngeliat waktu Drama Sekolah. Sampai akhirnya Top nembak Chone..yang akhirnya di terima sama Nam dengan alasan 'takut bakal nyakitin Chone kalau dia nolak sahabat dekatnya Chone' wow sosweet kan...
Tapi eh ternyata si Chone juga suka sama Nam. tapi dia ngalah sama sahabatnya Top gara-gara 'mereka berdua udah sepakat nggak bakal suka sama gadis yang sama' sosweet lagi kan. Ini ketauannya pas Chone udah lulus-lulusan dan harus ngelanjutin sekolah bola di bangkok. Dan Nam harus ngelanjutin di Amerika. Itu hubungan Nam sama Top udah berakhir kok...dan waktu lulusan itu Nam ngungkapin perasaannya sama Top, tapi Top-nya malah udah jadian sama Pin temen sekelasnya (-___-") Dan mereka ketemu lagi 9 tahun kemudian, di acara TV bangkok...the end !

Pokoknya ni film seru deh. Banyak adegan-adegan lucu tapi romantis ala Abege gitu. Meski agak kecewa sama wajah putih Chone waktu kecil sama yang udah gedenya kok jadi coklat-coklat gitu..chone lebih cakep waktu kecil !!! meski nggak jadi jelek, tapi pokoknya Chone kecil lebih cakep cakep ! wkwk *Ababil* Udah gitu kecewa juga sama endingnya yang kurang gereget ! Kurang klimaks gitu pertemuan mereka lagi...seharusnya endingnya bisa lebih dari itu ! halah kayak saya bisa aja bikin pelem wkwkw. Overall ni film bagus deh...rekommend banget. yang belom nonton cepetan nonton. 

Jadi inget waktu nonton bareng di kelas. Heboh banget, ngeliat Chone yang cakep. Terus awalnya pada ngomel gitu kenapa Chone yang cakep disanding sama Nam yang jelek. Saya sama Fethi yang udah nonton sibuk ngejelasin kalo nanti Nam itu bakal jadi cantik hadeh-_-" terus merekanya sambil nonton terus aja nanyain 'kapan namnya cantik ? kok nggak cantik-cantik ?' hhh padahal baru aja filmnya di mulai-_-"  ah pokoknya kerenlah ! Pengen nonton lagi ! wkwkwk